Yoris Sebastian Nisiho: Melawan Demi Keyakinan


Yoris Sebastian NisihoProgram I Like Monday dikenang Yoris sebagai titikbalik pencapaian kariernya. “Sebab posisi saya waktu itu nggak terlalu tinggi dan harus melawan banyak orang. HRC memang terkenal penampilan band asingnya. Sementara saya percaya musik lokal akan mendominasi musik industri, dan sekarang itu sudah terjadi. Untungnya argumentasi ” saya diterima,” kenangnya. Pelajaran yang ia tangguk dari pengalaman itu adalah keyakinan untuk tidak takut mengemukakan ide hanya karena alasan usia, “Yang penting kita punya reasonable reason.”

Setelah semua pencapaian yang ia raih, Yoris mengaku masih ada keinginan lain yang hendak dicapainya. “Menikah,” tukasnya cepat. ia sempat mencanangkan target untuk menikah di usia 25 tahun. Alasannya, “Biar beda usia dengan anak nggak jauh.” Tetapi target itu tidak berhasil ia capai. “Tapi itu tidak saya anggap sebagai kegagalan. In live we cannot win everything. Mungkin satu atau dua tahun ke depan. sekarang sedang konsentrasi bikin usaha sendiri. Mengalir saja,” katanya.

Hal lain yang juga tengah menyita perhatiannya adalah menciptakan minipreneur. “Saya ajak ibu rumah tangga muda untuk bekerja dari rumah untuk beberapa proyek saya. Ini sekaligus mendukung program ibu menyusui. Ternyata banyak lho yang berminat,” katanya. Bagaimana cara menjaringnya? “Gampang. Lewat Facebook. mereka tetap dapat pemasukan tanpa harus kerja kantoran.” Di luar kesibukan bisnisnya, Yoris masih memberi waktu bagi dirinya diri. “Saya paling senang travelling. Bagi saya, travelling adalah part of seeing other cultures. Liburan buat saya bukan nyari ide, tapi nyari inspirasi. Apa yang kita bikin sangat localized. Think globally, locally, act locally. Jalan-jalan juga salah satu cara untuk men-charge otak.”

Entrepreneur saat ini cukup bagus dan iklimnya sangat m.endukung. Ada Bank Mandiri yang memberikan ‘virus- virus’ positif. Jika dulu sudah ada pro­gram seperti ini, mungkin saya bisa lebih awal menjadi entrepreneur. Saya rasa inilah saatnya para generasi muda untuk memanfaatkan kesempatan dan terus menjadi mandiri.

BACA JUGA:

  • FranchiseKriteria yang Dapat Membantu Menentukan Franchise
    Jika Anda ingin memiliki sebuah bisnis dan menjadi boss dan berpendapat, dengan melalui franchise ini semua dapat diraih. Tapi mungkin Anda bingung, franchise mana yang akan Anda pilih. Berikut bebera...
  • Firmansyah: Sistem Waralaba dan MLMFirmansyah: Sistem Waralaba dan MLM
    Firman masih ingin mengembangkan usahanya. Setelah mempertimbangkan cukup matang, Ia memutuskan membuat waralaba. Modal untuk membeli waralabanya sama sekali tidak besar, hanya sekitar Rp3,5 juta hing...
  • Saptuari Sugiharto Saptuari Sugiharto: Berbekal Konsep ATM dan PISS
    Dari hanya sebagai penjaga tas, ia kini memiliki perusahaan dengan 31 cabang di 21 kota dan menghidupi 200 karyawan. Modal puluhan juta berkembang menjadi omzet miliaran rupiah. Bermodalkan kegiata me...
  • Yohan TirtawijayaYohan Tirtawijaya: Berkarya Mewarnai Indonesia
    Ia bisa memilih hidup ‘aman’ dengan menjadi karyawan di sebuah biro arsitek di Singapura. Namun, menjadi mengusaha memberikan tantangan dan kesempatan yang menurutnya tak terbatas. Modal utamanya : te...
  • Bayu Reksa Nugraha: Lembaga Pendidikan WirausahaBayu Reksa Nugraha: Lembaga Pendidikan Wirausaha
    Melihat keberhasilannya mengelola usaha, sang ayah tertarik membuka jurusan wirausaha muda di Ganesha College. Bayu dijadikan koordinator dalam merealisasikan LPWI (lembaga Pendidikan Wirausaha Indone...

Kategori Kewirausahaan :: Kata Kunci: , , 0 Komentar