Tip Bagi Anda yang Memiliki Dendam Kemiskinan


 Tip Bagi Anda yang Memiliki Dendam KemiskinanKemiskinan adalah sebuah ener­gi. Seperti gas yang mencair karena tekanan-tekanan kuat, kemiskinan dalam tekanan juga membuat engkau cair dan bertenaga.

- Rhenald Kasali

BEBERAPA ORANG DI antara Wirausahawan Muda Mandiri berasal dari keluarga sejahtera yang ticlak miskin-miskin amat. Tetapi beberapa orang lainnya merasakan masa kecil yang pahit dan getir. Ada yang demikian miskinnya sampai sulit menemukan lauk-pauk di meja makan. Tetapi penderitaan terbesar justru dialami mereka pada masa kecil saat menyaksikan orangtua (khususnya ibu) yang be­kerja keras hingga larut malam mengumpulkan uang agar anak-anaknya bisa bersekolah dan hidup mandiri.

Berjuang keluar dari kemiskinan adalah sebuah upaya yang patut dlihargai. Namun bagi seorang wira­usahawan, is bukan cuma berjuang mengatasi kemiskin­an, melainkan menembus labirin, membawa keluarga­nya dalam kehidupan yang lebih baru, lebih sejahtera, lebih mandiri, terbebas dari beban-beban keuangan yang menghimpit dan lebih bermartabat.

Inilah tip bagi Anda yang memiliki dendam kemiskinan:

  • Penderitaan adalah energi. Segala sesuatu yang tertekan akan menimbulkan energi. Namun energi itu bisa menguap sia-sia kalau Anda tidak mau mengubah penderitaan Anda dengan berpikir sesuatu yang baru melatih diri, membangun kekuatan-kekuatan baru
  • Dengarkan desah keresahan suara ibu. Ibu adalah orang yang melahirkan seorang wirausaha. Ia mungkin bukan perempuan yang sempurna, tetapi ia tetaplah seorang ibu. la memikirkan dan menghabiskan waktu agar anak-anaknya sehat dan mandiri. Dengarkanlah desah nada suara ibu, saat kemiskinan menjerat dan raakan kekhawatirannya kalau anak-anaknya gagal. Desah suara kepedihan itu adalah energi bagi anak-anaknya.
  • Lawan kemiskinan dengan energi turbo Kemiskinan bisa dilawan dengan dendam amarah. Berdamailah dengan masa lalu Anda sebab Anda tak bisa mengubah segala sesuatu yang sudah terjadi. Jadikanlah kemiskinan sebagai energi turbo yaitu energi yang kuat untuk menaklukkan kemalasan, rasa malu, dan takut me­mulai usaha dari kecil dan tak berdaya, menembus pasar dan mendapatkan kepercayaan.

Kemiskinan tak bisa dilawan dengan dendam amarah. Berdamailah dengan masa lalu Anda sebab Anda tak bisa mengubah segala sesuatu yang sudah terjadi.

- Rhenald Kasali

  • Modal terbesar bukanlah uang. Yakinlah hal ini, modal seorang usahawan yang utama adalah akal sehat dan kepercayaan. Banyak orang miskin yang gagal keluar dari kemiskinan, karena dengan kemiskinannya mereka merasa berhak melakukan apa saja, termasuk merampas dan mencuri. Namun ada orang-orang miskin yang ber­hasil keluar dari jeratan kemiskinan karena mereka ber sungguh-sungguh dan tetap menjaga nama baiknya.
  • Dendam terhadap kemiskinan juga bisa berakibat fatal kalau Anda beranggapan kemiskinan selalu berhubungan dengan harta, kekayaan, dan hidup enak. Orang-orang yang dendam terhadap kemiskinan dan melawannya dengan kerja keras dapat menjadi sangat kaya namun kehilangan akal sehat, menjadi kurang bijak, dan kehilangan makna hidup.
  • Tetaplah hidup seimbang kejarlah pengetahuan. Banyak derma diberikan orang-orang kaya dendam terhadap masa lalunya yang miskin dengan mengumbar kesombongan. Dermanya diangkat tinggi-tinggi agar diliput televisi. Hidup seperti ini seakan-akan dilakukan demi keseimbangan, namun dilakukan secara, sombong dan kehilangan makna. Kejarlah kebijakan, hiduplah lebih seimbang dan kuasai ilmu pengetahuan agar kau lebih merunduk karena berisi. Dan bila kau memberi hendaknya tak perlu ditonjol-tonjolkan. Keseimbangan akan tampak dari buah-buah yang dihasilkan oleh anak-anak, pegawai, dan orang-orang di sekitar kita. Keseimbangan akan muncul dari senyum yang lebar, masa yang bercahaya, dan kebahagiaan rumah tangganya.

Banyak derma diberikan orang- orang kaya. yang dendam terhadap masa lalunya. yang miskin dengan mengum­bar kesombongan. Dermanya diangkat tinggi-tinggi agar diliput televisi. Hidup seperti ini seakan-akan dilakukan demi keseimbangan namun dilakukan secara sombong dan kehilangan makna.

- Rhenald Kasali

  • Bedakan antara hemat dan kikir. Hidup yang sulit di mass kecil menyadarkan Anda perlunya hidup hemat. Pepatah mengatakan “Hemat pangkal kaya, boros pangkal miskin.” Namun saya mengatakan “Hemat tahu tempat, kikir tidak. Hemat membentuk kesungguhan, kikir membentuk keletihan dan ketidak-bahagiaan. Kekayaan bukanlah dicerminkan dari jumlah harta atau uang yang Anda miliki, namun kalau Anda harus mengeluarkannya, janganlah bersedih, seakan-akan tak ada hari esok. Beda­kanlah keduanya secara arif.

BACA JUGA:

  • Bagaimana Mencari Calon Investor Bisnis AndaBagaimana Mencari Calon Investor Bisnis Anda
    Tidak ada orang yang bisa hidup sendiri, begitu pula dalam bisnis. Keluarga langsung, paman yang dulunya tidak anda sukai, sepupu yang telah lama hilang adalah calon investor bisnis anda. Begitu juga ...
  • Tips Bagaimana Menilai Seorang FranchisorTips Bagaimana Menilai Seorang Franchisor
    Untuk memilih bisnis waralaba, banyak sekali faktor yang harus dipertimbangkan. Mulai dari memahami waralaba itu sendiri, tata kelola franchise-nya, pokok-pokok perjanjian dan pola kontrak kerjasama f...
  • Kelebihan dan Kelemahan Produk PionerKelebihan dan Kelemahan Produk Pioner
    Jika anda menciptakan produk yang belum ada menjadi produk yang sudah ada, anda disebut inovator. Contohnya Thomas Alva Edison. Ia mempunyai keyakinan dengan ide produk inovatifnya, yaitu sebuah lampu...
  • Cara Mempromosikan Bisnis dengan Cara OnlineCara Mempromosikan Bisnis dengan Cara Online
    Kebanyakan usaha kecil adalah waktu miskin dan menghabiskan waktu mereka bekerja dalam bisnis daripada bekerja pada bisnis. Ini berarti sedikit waktu dihabiskan untuk mempromosikan bisnis dan menemuka...
  • Mungkinkah Membangun Toko Online GratisMungkinkah Membangun Toko Online Gratis?
    Membangun Toko Online Gratis: Pertanyaan ini mungkin saja ada di benak Anda ketika berniat ingin melakukan sebuah bisnis online dengan cara membangun toko online gratis. Jika di dalam bisnis offline A...

Beri Komentar, Yuk!

Kategori Kewirausahaan :: Kata Kunci: , , , perusahaan tahu gagal dalam berdagang0 Komentar