Fahrurrazi: Indoensia Jenius 2015


Tentu saja, bukan sekadar cerita bahagia yang ada di balik sebuah bisnis. Ada kisah sedih, pahit, bahkan mengharu biru dalam sebuah perjuangan bisnis. Demikian pula halnya dengan lembaga kursus ini. “Setelah semakin meluasnya penerimaan masyarakat terhadap pro­gram yang ditawarkan, kami terus berproses. Kadang-kadang ada juga kesulitan dalam manajemen internal. Seperti bagaimana me­respon pemasaran, kualitas SDM, sampai mengoptimalkan kepuasan konsumen,” Fahrurrazi berkisah.

Namun karena timnya bertekad untuk serius, punya sedikit ilmu­nya (ekonomi dan manajemen) dan mau terus belajar, maka setelah akar masalah ditemukan, siatem dan target baru segera dicanang­kan.

Ada target mulia di balik kerja keras lembaga kursus ini. Fahrurrazi menekankan pentingnya keinginan timnya untuk menjadi sumber inspirasi berdirinya sekolah-sekolah efektif dan membuat kampung-kampung jenius di seluruh Indonesia. Benaknya penuh oleh keinginan untuk melejitkan bangsa ini dari ketidakpercayaan diri, untuk lebih bisa bersaing dan berkompetisi.

“Tanga kita sadari ketidakmampuan sebagian besar masyarakat Indonesia dalam berbahasa, khususnya dalam bahasa lnggris membuat kita selalu minder. Kita mesti menghancurkannya, agar kepercayaan diri masyarakat dan bangsa ini kembali muncul. Dan kami berusaha ingin mewujudkan cita-cita besar itu, mewujudkan Indonesia Jenius 2015,” tambahnya berfalsafah.

Fahrurrazi tak sekadar omong besar. Ia kini membangun divisi ­khusus yang dinamakan “LEARNING LAB”, sebuah laboratorium yang terus menggodok dan menemukan metode-metode terbaik dalam proses pembelajaran serta “mencetak” instruktur-instruktur efektif. Ia juga sadar, keberadaan bisnisnya itu dapat menjadi pintu rezeki yang memberikan kesempatan bagi banyak orang untuk masuk ke dalamnya. “Ketika terjun dalam bisnis secara total, terasa ketergantungan dan kedekatan pada Allah SWT. Dia membuka diri-Nya lebai lebar untuk proposal kita.” Ia menyimpulkan bisnisnya ini dengan sederhana; tugasnya membuat belajar itu menjadi mudah.

BACA JUGA:

  • Cara Mempromosikan Bisnis dengan Cara OnlineCara Mempromosikan Bisnis dengan Cara Online
    Kebanyakan usaha kecil adalah waktu miskin dan menghabiskan waktu mereka bekerja dalam bisnis daripada bekerja pada bisnis. Ini berarti sedikit waktu dihabiskan untuk mempromosikan bisnis dan menemuka...
  • Gaya Day TradingGaya Day Trading
    Jika Anda adalah pedagang baru dan masih mencoba untuk mempelajari segala sesuatu, Anda mungkin melihat ada teknik perdagangan hari itu banyak pedagang memanfaatkan. Karena ada berbagai gaya dan siste...
  • misi menggalakkan budaya mo­tion picture artMisi Menggalakkan Budaya Mo­tion Picture Art
    Ada yang menarik dari tekad Adit mendirikan lembaga pendidi­kan animasi ini. Katanya, “Animasi kita masih kalah jauh dari Korea, Cina, dan India. Animasi di Indonesia secara industri masih di ka­tegor...
  • Yohan Tirtawijaya:Yohan Tirtawijaya: Indahnya Mental Pengusaha
    Pengalaman setahun di Singapura membukakan mata Yohan bahwa membuka usaha sendiri di Indonesia jauh lebih terbuka. Berbekal pelajar­i hurl kegagalan pertama, ia kini menyadari bahwa ketrampilan dan ho...
  • Yoris Sebastian NisihoYoris Sebastian Nisiho: Kreativitas Konsultan Kreatif
    THINKING OUT the box adalah ungkapan yang sudah sangat familiar Namun, bila ditambahkan menjadi ‘thinking out of the box, but executing inside the box, jargon itu pun jauh menjadi lebih bermakna dan t...

Kategori Kewirausahaan :: Kata Kunci: , contoh perjuangan dalam bisnis, contoh usaha kampung0 Komentar