Bayu Reksa Nugraha: Banana Crispy


Setelah berbenti bekerja untuk menghadapi ujian nasional, Bayu bergabung lagi di Ganesha Group. Perusahaan wariaan orang tua­ saat itu sudah bergerak di bidang jasa pendidikan seperti kursus mengemudi mobil, komputer, bahasa Inggria, serta Ganesha College yang menjalankan program setara diploma. Kali ini Bayu ditempat­kan sebagai customer service merangkap bagian marketing.

Saat itu jiwa usaha Bayu mulai tumbuh. Kebetulan di kantornya ada sebuah ruang kantin untuk karyawan dan siawa-siawa yang sudah lama tidak digunakan. “Naluri bisnis saya kembali muncul. Lima puluhan karyawan ditambah lima ratusan siawa kursus setiap hari beraktivitas di tempat ini. Inilah peluang bisnis yang sangat bagus, pikir saya waktu itu,” kisah Bayu. Bermodal kompor bekas dan uang 81.000, ia memulai bisnisnya.

Pertama-tama ia berjualan es teh manis, kopi, dan pisang goreng. Dalam sebulan, modal Rp 81.000 berkembang menjadi ratusan ribu. keuntungan itu ia gunakan untuk membeli kompor gas. Seorang karyawan membisikkan kepadanya bahwa pisang goreng buatannya enak. “Saga pun berinovasi. Melalui beberapa eksperimen, Akhirnya terciptalah banana crispy,” ungkap Bayu.

BIODATA

BAYU REKSA NUGRAHA

Tasikmalaya, 23 Mei 1987

Email: [email protected]

PENDIDIKAN:

2005 -2006 D1 Programer & Tekniai Komputer, Ghanesa Col­lege Samarinda

NAMA USAHA:

Banana Criapy (Kuliner)

Alamat: A Awang Long No. 24, Samarinda, Kalimantan Timur

HP: 081347191169

PENGHARGAAN:

2008 Finalia Wirausaha Muda Mandiri

Dagangannya laris manis terjual di kantin kantor itu. Untuk memperluas segmen pasar, Bayu membuat gerobak kayu sederhana digunakan untuk berjualan Banana Crispy di halaman parkir kantor. Hasilnya sungguh luar biasa, pisang goreng bikinannya itu laris manis. Tanpa mengganggu jadwal kerjanya di kantor, ia terus mengembangkan. usaha pribadinya ini agar lebih besar. Salah satu strateginya, membuka stan di pameran-pameran. Setiap ikut pameran, dagangannya selalu ludes terjual. Keuntungan dari setiap jualan disisihkan untuk membuat outlet baru. “Masalah baru tersolusikan, ‘BERBISNIS TIDAK HARUS MODAL BESAR,” tandasnya.

Selain membuka outlet sendiri, Bayu juga menerapkan ppola kemitraan dengan cara bagi hasil. Dalam waktu sekitar empat bulan, Bababa Crispy sudah memiliki 9 outlet ditambah beberapa diversifikasi lainnya seperti sebuah outlet batagor bandung, sebuah outlet bubur ayam bandung, dan sebuah kantin di kampus Ganesha College.

BACA JUGA:

  • Cara Mempromosikan Bisnis dengan Cara OnlineCara Mempromosikan Bisnis dengan Cara Online
    Kebanyakan usaha kecil adalah waktu miskin dan menghabiskan waktu mereka bekerja dalam bisnis daripada bekerja pada bisnis. Ini berarti sedikit waktu dihabiskan untuk mempromosikan bisnis dan menemuka...
  • sintaSinta:Memanfaatkan Produk
    Memahami bahwa ia tidak dilahirkan di keluarga yang berkecukupan secara materi ketika duduk di kelas 2 SMA, Sinta merasa membantu keluarga dengan bekerja. Salah satu pilihan utamanya lah bekerja di pa...
  • Meraup Untung Nyata dari Bisnis MayaAsri Tadda: Meraup Untung Nyata dari Bisnis Maya
    Ketajamannya mengendus peluang, kemahirannya menerjemahkan peluang menjadi sebuah rencana bisnis, dan kecakapannya mengeksekusi rencana bisnis menjadi sebuah “mesin uang” telah menjadikan seorang Asri...
  • Riezka Rahmatiana: Melangkah Dari Paling BawahRiezka Rahmatiana: Melangkah Dari Paling Bawah
    Meski ditentang orang tuanya, diolok-olok rekan kerjanya, bahkan sempat di tipu rekan bisnisnya, Riezka Rahmatiana pantang menyerah dan terus berusaha, inovasi dan kemitraan menjadi kunci suksesnya un...
  • Dwi Kartika Sari: Merangkul MasyarakatDwi Kartika Sari: Merangkul Masyarakat
    Dari sisi bisnis, strategi ini menampakkan hasil. Namun di siai lain citra Goeboex Coffee sebagai tempat nongkrong ternyata menjadi masalah tersendiri. Sempat muncul dugaan miring dari masyarakatsekit...

Kategori Kewirausahaan :: Kata Kunci: , , , analisis swot pada batagor, jenis jualan di kantin, kantin pabrik, macam-macam laporan penelitian0 Komentar