Yoris Sebastian Nisiho: Playful Tapi Serius

Yoris Sebastian NisihoMeski terkesan main-main, pria yang pada 2006 silam terpilih sebagai pemenang British Council’s International Young Creallvi trepreneur (IYCE) ini sangat serius menjalankan bisnisnya. Salah satu contoh yang masih hangat mungkin adalah program penghargaan musik yang kalau orang normal mungkin akan diberikan di ballroom namun Yoris dan OMG berhasil meyakinkan Class Mild untuk mengadakan Class Music Heroes Award dan membagikannya di sawah, di pom bensin bahkan di jembatan.

Sebagai konseptor, Yoris melihat seringkali malam penghargaan yang diselenggarakan di ballroom sudah sepi penonton di saat awarding belum selesai. Selain itu karena masuk di televisi nasional Yoris ingin memberi inspirasi kepada pemirsa terhadap tempat-tempat yang selain in­dah juga memiliki nilai positif yang bisa menjadi panutan. Misalnya sawah di desa Jatihluwih Bali yang masuk dalam daftar World Heritage dari UNESCO. Atau Taman Baca gratis di kota Batu.

Selain itu Yoris juga hadir sebagai salah satu konsultan pengembangan konsultan pengembangan konsep bisnis F.Pod di FX yang menghadirkan 12 ruang meeting dengan design yang berbeda dari 12 designer interior Indonesia. Ataupun konsep terbaru Epicentrum Walk di kawasan Superblok Rasuna Epicentrum dengan target market unik Generation C.

“Kalau klien bisa pakai baju biru, saya tidak akan menyuruhnya mengganti baju oranye. Saya mempertahankan baju biru itu dengan tambahan aksesori di sana sini.

Sebagai konsultannya, Yoris berhasil mengulik keunikan gedung bortida di jantung bisnis Jakarta. Karena letaknya berdekatan III 11tisat belanja lain di Jakarta seperti Pacific Place, Senayan City Plaza Senayan, Yoris beranggapan harus ada keunggulan oicinhtiatnya menarik dikunjungi. Maka ia menyarankan klien untuk membuat 12 ruang meeting dan menyediakan tiga shuttle bus yang beroperasi sepanjang jalan Sudirman ke Sudirman Centre Business District (SCBD) selama jam kerja.

 

BIODATA

YORIS SEBASTIAN NISIHO

Ujung Pandang, 5 Agustus 1972 Website: yorissebastian.com

 

PENDIDIKAN:

Jurusan Ekonomi Akutansi, Universitas Atmajaya, Jakarta (Drop Out)

 

NAMA USAHA:

OMG Creative Consulting (Jasa Konsutasi Kreatif)

Website: www.octovate.com

Alamat: The Bellezza Permata Hijau, GP. Tower, Lt, 26, JI. Letjend. 5oepono No. 34, Jakarta

PENGHARGAAN

2008 Winner of Asia pacific Award for « Most Promising Category >> oleh Enterprises Asia form Malaysia

2006 Winner of international Young Creative Entrepreneur of The Year — In Music Sector — by British Council in London

2003 Winner Marketer Award — by IMA (Indonesian Marketing Association) Markplus &

Majalah SWA

KARIER / PROFESI :

2008 Mendirikan dr. M (Digital Distribution Company) bersama Morin Chandra

2007 Mendirikan OMG Creative Consulting bersama Sumardy

2004-2007 Head of Division MRA Group for Food & Beverage (Hard Rock Cafe & HaagenDazs)

2001 Mendirikan majalah MTV Trax bersama Meuthia Kasim

2000 Mendirikan BC Bar bersama Meuthia Kasim

2000-2007 General Manager Hard Rock Cafe Indonesia (Jakarta &Bali)

1999 Mendirikan IP Entertainment bersama Muethia Kasim & Indra Safera

1999-2000 General Manager Hard Rock Cafe, Jakarta

Agar mudah, ia juga menyarankan pengelola memungkinkaj pengunjung mengakses jadwal kedatangan dan keberangkatan bus lewat SMS. Ini dilakukan sebagai antisipasi terhadap lahan parkir gedung tak terlalu luas. Sejauh ini, hasilnya terlihat jelas. Perlahan tapi pasti, Plaza FX mulai menjadi satu meeting point favorit warga Jakarta.

Tapi apa sebenarnya profesi Yoris? Masih banyak orang bingung tentang apa sebutan yang tepat bagi profesi pria kelahiran Ujung Pandang, 5 Agustus 1972 ini. “Banyak yang bertanya pada saya, ‘kamu event organizer ya?’. Saya selalu menjawab bahwa saya adalah event consultan dengan fokus pada business innovation concept yang meski inovatif, tetap disesuaikan dengan karakter klien,” katanya menjelaskan.

Maka, walaupun ia selalu berusaha menghadirkan konsep-konsep `wow’ yang berada ‘di luar kotak’, ia toh tetap mengikat kuat konsep tersebut pada kotaknya dan mengeksekusi konsep tetap di dalam kotak. “Kalau klien biasa pakai baju biru, saya tidak akan menyuruhnya mengganti baju orange. Saya mempertahankan baju biru itu dengan tambahan aksesori di sana sini,” ungkapnya.

Ia yakin, orang muda adalah jaminan perkembangan Indonesia “Kalau bisa dikasih kesempatan lebih banyak kepada yang muda, saya yakin Indonesia bisa lebih berkembang. Saya juga bisa berkembang karena ketika muda saya memperoleh banyak penghargaan. Nah, sekarang saya give it back lagi ke angkatan yang lebih muda, dan membuat banyak awards,” ujarnya mantap.

Yoris matang bersama pengalaman. Ia makin tertantang untuk menggali potensi dan inovasi ke dasarnya. Rentang panjang membuatnya makin lentur berbisnis. Maka ia pun merambah bidang creative event planner. Untuk yang ini, ia menangani ajang penting Black Innovation Awards (BIA) dan IYCE Awards yang diadakan di­British Council, yang pernah ia menangi tahun 2006 di Inggris.

“Di IYCE ini bisa dibilang saya ‘naik pangkat’ terus. Tahun 2006 peserta dan menang, tahun kedua jadi juri, tahun ketiga jadi consultant,” kisahnya sambil tertawa. Targetnya adalah agar dua tahun ke depan Indonesia bisa mengirim lebih banyak nominator ke Inggris dan terus mempertahankan sebagai satu-satunya negara  setiap tahun ada pemenang international sejak 2006.