Syahmahfuz Chazali: Bangunlah Kekuatan “Bisa!”

Bangunlah Kekuatan “BisaJangan menyerah, tumbuh perlahan-­lahan, jangan takut tertinggal.- Pepatah Cina

SYAM TELAH MEMPRAKTEKKAN “dream”-nya dengan pendekatan “bisa” (possible). Dalam wawancara di televisi, saga melihat ada dorongan yang kuat untuk melawan keterbelengguan. Dan untuk itu is selalu bertanya: “Me­ngapa tidak bisa?” la hampir selalu memulai jawabannya dengan kata “bisa!”

Cara berpikir yang demikian adalah rumus ke-2 da­lam cara berpikir wirausaha cerdas, yaitu Possibility Think­ing. Possibility Thinking-lah yang mengantarkan orang-­orang biasa berkarya besar. Bahkan mampu mengubah “anak kampung” menjadi “usahawan besar” sekelas Warren Buffet, Hendry Ford, Matsushita, Suryo Wono­wojoyo, Sudomo Salim, Ciputra, dan seterusnya.

Possibility Thinking akan meningkatkan kebiasaan seseorang (atau kemungkinan bisa/berhasil), mendorong orang lain agar juga bisa seperti Anda, membuat Anda selalu berpikir besar (dream big dreams), menghasilkan karya-karya original dan memberi Anda energi.

Bisa itu bukan sekadar impian. Dream is not just a dream. Tapi dream yang paling penting adalah dreatri action. Syam sudah menunjukkan ketika ia mendatangi para ahli, satu orang bilang bisa, dia bertanya lagi “bisa” nya itu dari apa dan bagaimana membuatnya. Terus kemudian disambung lagi dengan yang lain. “Bisa itu diapakan? Dia datang lagi ke pasar, ia mendapatkan jawaban bahwa semua itu “bisa” dan syaratnya adalah kalau tidak menimbulkan gatal dan tidak bau. Jadi kumpulan dari bisa-bisa itu karena kita action, akhirnya pintunya terbuka semua.

Ada beberapa tip yang dapat dipelajari dari karya anak muda brilian yang melihat kotoran sebagai berlian ini, yaitu:

  • Berhentilah memikirkan kernungkinan-kemungkinan negatif, seperti “tidak bisa”, “tidak diakui”, “gagal” dan seterusnya. Anda boleh saja tidak berpikir positif,  tetapi buanglah pikiran-pikiran jelek yang bermuara pada hal-hal negatif.

Menjauhlah dari ahli-ahli tradisional yang berpegang pada mitos. Peliharalah hubungan pada “expert” yang terbuka terhadap hal-hal baru. seperti para pekerja di kantor, para ahli juga terbagi dua, yaitu ahli “pedalaman”, yang cenderung berpikir masa lalu, rutin terikat pakem, dan malas berpikir baru, Berta ahli “pesisir” yang terbuka, mau mendengarkan dan berpikir baru.

 

Rangkailah mata rantai nilai

(Value Chain). Sesuatu yang baru, biasa­nya belum lengkap rantai pasoknya,, dari. hulu ke hilir, dari bahan baku ke proses.

Rhenald Kasali

 

  • Rangkailah mata rantai nilai (Value Chain). Se­suatu yang baru, biasanya belum lengkap rantai pasoknya, dari hulu ke hilir, dari bahan baku ke proses. Dari produk ke pasar. Konsumen mungkin belum mengenal produk itu, merasa aneh namun bukan berarti pasarnya tidak ada.
  • Temukan inspirasi hanya dari penggagas-peng­gagas besar. Mereka itulah sumber inspirasi Anda. Mereka juga diuji oleh zaman dan lingkungan yang tidak bisa ber­pikir baru.
  • Selalu berpikir satu langkah di depan. Banyak yang dipikirkan tetapi tetap realistis,jangan buat diri Anda gila karena kelebihan gagasan dan berpikir melompat­lompat. Berpikirlah sedepa demi sedepa dan fokuslah padanya.

Sumber Buku: Wirausaha Muda Mandiri