Salman Azis Alsyafdi: Mengubah Masalah Menjadi Peluang

Salah satu keunggulan Salman adalah kejeliannya melihat masalah atau kebutuhan target pasarnya, dan memberi solusi yang sekaligus merupakan peluang bisnis bagi dirinya. Karena kebutuhan akan internet sangat tinggi, maka ia pun berpikir untuk membuka usaha warnet di situ. Maka ia pun mengajukan permintaan untuk menyewa ruangan di asrama untuk dijadikan warnet.

Pak Umar, pimpinan asrama, menyambut baik gagasan ini. Salman pun mulai mencari modal untuk membiayai usaha tersebut. Biaya yang dibutuhkan untuk usaha warnet pertama ini masih cukup tinggi menurut ukuran mahasiswa yang sedang merintis usaha : sekitar Rp 38 juta. Ia bermitra dengan seorang rekan sehingga masing-masing memberikan dana Rp19 juta. “Tetapi waktu itu saya hanya punya Rp. 9 juta hasil usaha saya dulu. Yang Rp10 juta lagi masih harus dicari entah dari mana,” tuturnya.

Sesudah berpikir masak-masak, ia menyambat orangtuanya untuk memberikan modal itu. “Proses ini saya namakan membenamkan diri ke dalam bara api’,” tutur Salman. Dengan melakukan hal ini ia mendapatkan efek ganda. Pertama, ia mendapatkan uang yang dibutuhkannya untuk modal. Dan kedua, ia menempatkan diri ke dalam suatu kondisi yang memotivasinya untuk berusaha habis-habisan. “Kalau saya gagal saya akan kelaparan. Maka saya tak boleh gagal,” katanya.

Warnet ini diberinya nama Warnet Gue, agar para pelanggan turut merasa memiliki dan menjadi pelanggan setia. Pelanggan utama warnetnya adalah mahasiswa yang tinggal di asrama itu. Agar lebih dikenal lagi, Salman dan rekannya juga melakukan promosi di luar asrama, termasuk dengan menempel poster di halte dan fakultas-fakultas.