Artikel Bisnis dan Finansial Terbaru

Tips Bagaimana Menilai Seorang Franchisor

Untuk memilih bisnis waralaba, banyak sekali faktor yang harus dipertimbangkan. Mulai dari memahami waralaba itu sendiri, tata kelola franchise-nya, pokok-pokok perjanjian dan pola kontrak kerjasama franchise baik waralaba Selengkapnya...

5 Contoh Perusahaan Jasa

INVESTASIONLINE.NET – Perusahaan jasa adalah salah satu bentuk perusahaan yang kita kenal dewasa ini, selain perusahaan dagang dan manufaktur. Perusahaan jasa adalah suatu perusahaan yang kegiatan usahanya ditujukan Selengkapnya...

Tips untuk Investor Baru

Untuk investor baru, berpartisipasi dalam pasar saham bisa menjadi pengalaman menakutkan. Kurangnya pengetahuan dan penilaian risiko adalah isu utama yang dihadapi setiap investor, terutama para pemula. Berikut adalah Selengkapnya...

Jasa Pembuatan Company Profile Perusahaan

Kali ini tim redaksi InvestasiOnline.net akan menampilkan profil sebuah layanan usaha yang khusus menangani pembuatan profil perusahaan (company profile). Sebagaimana kita ketahui bersama, menampilkan citra perusahaan yang baik Selengkapnya...

Kartel dan Modelnya

Kartel merupakan persekutuan antara beberapa perusahaan sejenis dalam sebuah perjanjian tertentu. Masing-masing perusahaan tetap berdiri sendiri tetapi mempunyai kedudukan yang sama. Selain itu, mereka sewaktu-waktu dapat membatalkan perjanjian Selengkapnya...

Firmansyah: Sistem Waralaba dan MLM

Firman masih ingin mengembangkan usahanya. Setelah mempertimbangkan cukup matang, Ia memutuskan membuat waralaba. Modal untuk membeli waralabanya sama sekali tidak besar, hanya sekitar Rp3,5 juta hingga Rp6 juta. Selengkapnya...

Persyaratan Mendirikan CV

Badan Usaha CV biasa digunakan oleh perusahaan pertemanan yang tidak terlalu besar atau perluasan dari perusahaan perseorangan. CV juga bisa diartikan sebagai sebuah persekutuan firma yang di dalamnya Selengkapnya...

Kelebihan dan Kelemahan Persekutuan Komanditer

Dalam persekutuan komanditer, tanggung jawab anggotanya berbeda dengan firma. Kalau di firma, semua anggota-anggotanya bertanggung jawab tidak terbatas terhadap utang-utang perusahaan. Lain halnya dengan di persekutuan komanditer. Di Selengkapnya...