Menghitung Modal Pokok (HPP)


Menghitung Modal Pokok Perhitungan  modal pokok adalah perhitungan berapa biaya yang dikeluarkan untuk setiap porsi atau setiap buahnya. Pada usaha jajanan  biasanya pemilik usaha harus mengetahui dengan jelas berapa biaya yang dikeluarkan untuk membuat seporsi atau  sebuah produk jualannya.

Bila anda menjual bakso Anda harus tahu berapa modal modal harga semangkuk bakso. Begitu juga pada usaha lainnya seperti seporsi siomay, semangkuk mi pangsit, sepiring nasi goring, segelas es cendol, dan sebagainya.

Pada perhitungan modal pokok usaha di bidang kuliner, akan lebih konkret bila menghitung total jumlah yang dibutuhkan untuk membuat sebuah resep jajanan kemudian dibagi dengan berapa porsi jajanan yang dihasilkan dari resep tersebut.

Biaya-biaya  lain seperti gas, tenaga kerja, listrik, transpor, dan biaya operasional lainnya tidak dimasukkan ketika menghitung modal pokok. Tujuannya agar harga modal seporsi Anda jelas lebih murah dan dapat bersaing di pasaran.

Pertanyaan selanjutnya adalah “Lalu bagaimana dengan biaya gas, upah tenaga kerja, dan lain sebagainya?” Biaya operasional tersebut dapat diperhitungkan dan pengurangan keuntungan kotor dan penjualan usaha. Mengapa perhitungannya demikian? biaya seperti gas, upah, listrik bila dimasukkan ke dalam modal pokok selain jumlahnya abstrak (tidak bisa di pastikan atau kira-kira) maka modal pokok seporsi akan jatuh lebih mahal dan Anda tentunya akan menjual lebih sehingga agak sulit bersaing harga. Padahal bila Anda menghitung secara kira-kira belum tentu tepat. Untuk gas, listrik, atau upah Anda menjual 50 porsi, 100 porsi, 200 porsi jumlah yang dibutuhkan tidak jauh beda kalaupun berbeda kebutuhan gas, Upah, dan lain-lain akan naik sedikit sementara Anda sudah menghitung pada setiap porsinya. Maka perhitungan dengan cara ini rasanya kurang pas. Akan lebih tepat biaya operasional yang dikeluarkan Anda hitung setiap minggu peroleh atau bulan baru dikurangi dari keuntungan kotor yang Anda peroleh.

Bagaimana cara menghitung modal pokok yang lebih tepat, mari ikuti dengan perhitungan dengan contoh berikut ini:

Perhitungan Modal Pokok

Usaha Burger Ala UKMKU

Menghitung Modal Pokok:

Bahan Dasar Roti:

Tepung terigu cakra 1 kg Rp8.000

Gula pasir 115 gr Rp750

Margarine 80 gr Rp2.000

Susu bubuk 30 gr Rp2.000

Ragi + garam 13 gr Rp1.000

Wijen Rp1.000

Total biaya bahan Rp14.750

Dengan resep ini akan menghasilkan 30 roti.

Modal 1 buah roti tanpa isi adalah:

 Menghitung Modal Pokok

Bahan Dasar Isi Burger:

Daging sapi giling 250 gr Rp15.000

Kedelai 100 gr Rp5.000

Tapioca 50 gr   Rp. 1.000

Telur 1 btr     Rp. 1.000

Bawang bombay 1 btr   Rp. 1.000

Bawang putih

Gula, lada, garam secukupnya   Rp. 1.000

Bumbu pelengkap lainnya   Rp. 2.000

Total biaya bahan: Rp26.000

Dengan resep ini akan menghasilkan 30 daging ham. Modal 1 buah daging ham adalah:

 Menghitung Modal Pokok

Total modal pokok 1 buah roti burger lengkap Rp500 + 900 = Rp1.400

Biaya operasional yang mungkin dibutuhkan untuk usaha burger keliling:

1. Gas untuk oven

2. Tenaga kerja

3. Rekening listrik

4. Kemasan plastik

5. Transportasi

6. Risiko kerusakan/burger tersisa

pemilik usaha