Keberhasilan Adalah Soal Memilih

Keberhasilan Adalah Soal Memilih“Tak ada kata yang lebih pentin dalam keberhasilan selain menerima (orang) yang terbaik.” – Oscar Wilde

HIDUP ADALAH PROSES memilih. Anda sekolah pun beIajar memilih. Anda mendapatkan rumus-rumus untuk membantu memilih dalam pekerjaan atau profesi. Jadi dalam hidup ini sebenarnya sedikit sekali peristiwa yang kita namakan accident (kecelakaan).

Seseorang yang tersesat di alam pendakian di lereng gunung Cireme atau Lawu pasti karena ia salah memilih jalan. Seseorang sukses dalam berkarir pasti karena sejak awal ia mengambil jalan yang benar, mulai dari memilih jurusan di SMU, memilih jalur pendidikan diperguruan tinggi, memilih teman dan pasangan, memilih pekerjaan dan tempat tinggal dan seterusnya. Bangkrutnya sebuah perusahaan juga karena mereka salah memilih pimpinan, pegawai, pembelian, lokasi, segmentasi pasar dan seterusnya.

Pilihan-pilihan itu diambil seperti saat kita melewati jalan yang yang bercabang-cabang. Kita memilih jalan lurus atau belok kanan, setelah itu kita memilih lagi, jalan yang ke atas atau ke bawah. Yang ke atas ada pilihan lewat jalan kecil yang lurus atau jalan besar yang berkelok-kelok. Sama seperti Anda memilih antara bekerja di perusahaan atau berwiraswasta.

Semua jalan ada cagak dua atau cagak tiganya. Dan semua itu ada agar kita mengambil pilihan. Sekali salah memilih, kita diberi ruang untuk mengoreksi atau balik arah. Kalau dibiarkan maka kita akan menerima akibatnya kelak. Untuk memilih itulah kita mencari ilmu. Jadi rumus­-rumus yang didapat di bangku sekolah membantu kita untuk mengambil keputusan, yaitu memilih.

Demikianlah Hendy Setiono. Keberhasilannya adalah keberhasilan dalam memilih. Memilih tinggal di Surabaya atau jalan-jalan ke Qatar. Memilih bekerja de­ngan ijazah ITS atau berwirausaha, membuat kebab atau nasi goreng, memilih si A atau si B menjadi pendamping hidupnya. Gabungan dari pilihan-pilihan yang benar akan membuat Anda nyaman dan berani bergerak, memper­oleh support, dan tentu saja a hasil yang optimal.

“Bangunlah hubungan seluas­-luasnya di luar zona kenyamananmu. Hubungan itu telah membawa saya ke­pada area-area di luar jangkauan yang belurn pernah saya kenal dan tidak saya kuasai sebelumnya.”Jerry Richardson

Berikut adalah untuk Anda yang hendak memilih jalan hidup:

  • Perluaskan cakrawala dengan bacaan, sahah kunjungan/perjalanan, dan teman-teman baru. Dengan melihat lebih banyak, membuat Anda mempunyai pilih, lebih luas dan tahu lebih banyak.
  • Pilihlah alternatif yang Anda kenali sebaik mungkin, awal dan akhirnya, ujung ke ujung. Pilihan yang in, nimbulkan sesal hanyalah pilihan yang tidak Anda kenali
  • Jalankan dengan sungguh-sungguh jalan yang Anda pilih. Buka pintunya satu persatu. Setiap talenta adalah modal dasar tetapi talenta akan terkubur kalau ia takmenemukan pintunya. Carilah dan ketuklah pintu itu dan temui pasangannya.
  • Pilih apa saja yang bisa melengkapi (to complement), bukan sekadar kebanggaan karena memilih atau bisa menguasai bahkan menggantikan yang sudah ada (to substitute).
  • Cintailah pilihanmu sampai pilihanmu itu ter­bukti tidak pantas dicintai lagi.
  • Lakukanlah persiapan sebaik mungkin untuk membuat pilihan Anda menemukan rumahnya dalam diri Anda

Sumber Buku: Wirausaha Muda Mandiri