Jerry Aurum Wirianta: Menjunjung Langit, Menjejak Bumi

Jerry Aurum WiriantaOrang mungkin saja lantas beranggapan kalau ia terlalu percaya diri. Namun baginya, percaya diri adalah kunci utama untuk bermain dipasar premium. Jerry mengamati, kurangnya percaya diri bermain di pasar ini acap kali menjadi alasan kurang berkembangnya perancang grafis dan fotografer di Indonesia. Namun pasar premium, yang kendati memberi kontribusi besar bagi perkembangan kariernya, nyatanya tak berhasil menyihir Jerry menjadi antis dan selalu melihat ke atas.

Idealisms Jerry terhadap perkembangan dunia grafis dan fotografi, Indonesia membuatnya tak melupakan akar di mana ia mulai bertumbuh. Kemapanan yang ia peroleh serupa sumber mata air yang siap ia alirkan ke sungai-sungai yang membutuhkan kehidupan. Jerry tak lupa tanggung jawab sosial pada lingkungannya. Maka ia tak segan turun tangan membiayai proyek nonprofit seperti pameran, mengajar, hingga mengonsep desain untuk tukang roti yang jelas tak punya cukup uang untuk membayarnya. Ia sama sekali tak merasa rugi. Keyakinannya “Selalu ada keuntungan yang bisa kita dapat dari membagi isi kepala kita pada lingkungan.”

Jalan Jerry masih belum akan berhenti. Kini setelah lebih dari sewindu membangun usaha, ia mulai merambah keluar ‘halaman rumah’. Ia melanglang ke sejumlah negara untuk menjajal kemampuanya. Upaya yang mendapat sambutan baik, sebab beberapa klien telah ia miliki di sejumlah belahan bumi berbeda. Microsoft Asia, sebuah perusahaan tembakau di Pakistan, desainer terkemuka di Amerika, dan sebuah wedding organizer di Texas, Amerika, memercayakan kerja-kerja desain dan fotografi pada Jerry. Di dalam negeri tentu saja pamornya tak perlu dipertanyakan. Beberapa perusahaan otomotif terkemuka menjadi kliennya, di samping banyak pekerjaan lain. Mulai dari memotret, menjadi juri, hingga berbicara di berbagai seminar.

Arbain Rambey, fotografer senior yang kerap bekerjasama dengan Jerry di banyak penjurian lomba dan menjadi pembicara di ber­bagai seminar menilainya sebagai seorang muda yang pandai, mempunyai ambisi tinggi dan gigih memperjuangkan target yang ia canangkan. Namun Jerry tetap rendah hati. Dalam sebuah posting di blognya yang bercerita tentang proses penjurian Garuda Photo Contest di mana menjadi juri bersama sederet nama besar dunia fotografi seperti Goenadi Haryanto, Oscar Motuloh, Arbain Rambey, Agus Leonardus, Makarios Soekojo, Minoru Masujima, dan Tan Lip Seng, ia menyebut dirinya. sebagai ‘the little kid on the block’. Di tulisan lain di blognya ,ia juga tak sungkan melontarkan pujian tulus pada. Nita Azhar, seorang desainer batik asal Yogyakarta yang kali itu menjadi pembicara bersamanya. Sebab menurutnya, uraian wanita cantik itu membuatnya 1) pikir ulang seberapa banyak perhatian yang ia berikan pada kekayaan budaya sendiri dan mengolahnya secara kreatif. Jerry lantas menjadi sosok yang menarik karena pencapaiannya yang melontar tinggi ke langit tak berbatas, tak membuat kakinya abai menjejak bumi.

Kemapanan yang ia peroleh serupa sumber mata air yang siap ia alirkan ke sungai sungai yang membutikan kehidupan.

Namun penjejakan kaki di bumi itu tak lantas membuatnya ragu melebarkan sayapnya sejauh yang ia bisa. Maka ia merambah ke banyak branch jauh untuk membagi isi kepala. Menurut Jerry punya kiat khusus untuk sukses yakni pandai membaca dan cermat bereksplorasi dengan sejumlah eksperimen. Ia paham sekali bagaimana sulitnya berdamai dengan kondisi apresiasi yang masih terbilang belum terlalu tinggi di Indonesia.

Kini ia memetik hasil. Sebab pilihannya untuk menggelar pameran disana berlangsung sukses dan mendapat sambutan mencengangkan. Tak hanya dihadiri banyak tamu penting, Borders Bookstore Singapore juga menobatkan buku itu sebagai 2nd Best Recommended Gelar yang jarang diraih buku-buku karya orang Indonesia. Di antara setumpuk kesibukannya, Jerry rupanya masih menyimpan obsesi untuk membuat Femalography benar-benar menjadi trilogi, kendati artinya, ia harus merogoh kocek sendiri untuk membiayai pameran proyek idealisnya itu.

Lalu apa kiatnya menjaga semangat dan kreativitas berkarya ? Menjelajah pelosok tanah air dan berbagai tempat menarik di berbagai belahan dunia adalah caranya menambah wawasan agar kreativitasnya tak jalan di tempat. Ia meyakini hal ini, “Wawasan adalah sebuah modal penting bagi seorang kreator.” Dan bagaimana caranya ia menjaga semangat agar tak lelah bereksplorasi? Ternyata ia membatasi dengan hanya mengerjakan maksimal lima proyek dalam sebulan agar ia tak kelelahan. Sebab ia sangat meyakini kalau eksplorasi adalah hal yang hanya bisa dilakukan jika kreativitas menyala sementara rutinitas  adalah musuh utama baginya. Itu sebabnya ia selalu berupaya menghadirkan sesuatu yang baru dalam proses kreatifnya. “Senjata kreatif itu terus mencoba hal baru. Sekali stuck, selesai,” Jerry menandaskan.

Orang muda jangan pernah takut untuk memulai sesuatu selagi muda. Karena risiko yang timbul lebih ke­cil ketimbang kalau orang sudah tua. Tetapi jika kita telah menjadi seorang entrepreneur, ingatlah bahwa negara kita meinbutuhkan orang yang jujur yang bersedia untuk tetap bersih dalam bisnisnya. Walaupun tentu saja tugasnya menjadi banyak untuk bisa tetap berada di urutan teratas.