Jefri Van Novis: Bersahabat­ Dengan Ketidakpastian

Jefri Van NovisDi tengah-tengah kesulitan, selalu tersimpan kesempatan.

Albert Einstein

SEGALA SESUATU YANG kita dipelajari di bangku sekolah adalah ilmu pasti. Seakan-akan di dunia ini hanya ada satu keadaan, yaitu keadaan yang pasti. Bahkan belakangan ini, telah terjadi tradisi baru dalam ilmu-ilmu sosial di mana para ilmuwan te­lah berupaya sangat keras menjadikan segala ketidakteratur­an alam semesta ke dalam hukum-hukum alam (a law) atau sesuatu yang mendekati hukum (a law like).

Dalam keteraturan kita menjadi lebih nyaman de­ngan kepastian, meski alam semesta sesungguhnya menyandang keadaan alami, sesuatu yang selalu penuh misteri. Terkadang diwarnai gejolak-gejolak, sesuatu yang terjadi tiba-tiba, tidak dapat dijelaskan dan ada saja ketidakakurasian prediksi. Dengan kata lain alam dan ma­nusia menyandang perbuatan ketidakpastian.

Demikian pulalah dengan perilaku manusia, bisnis, kesuksesan dalam menjalankan sesuatu, atau treatment­ apapun pun yang kita jalankan selalu saja diwarnai dengan ketidakpastian.

Banyak pemula gagal dalam berwirausaha dan memilih balik kembali ke dalam dunia kerja semata-mata karena mereka gagal menanamkan ‘passion” mereka ke dalam alam ketidakpastian. Mereka awalnya berpikir bah wa bisnis adalah kegiatan yang menguntungkan, penuh kekayaan. Kalau ada modal (baca: uang), maka akan ada pengembalian keuntungan (return). Padahal kegiatan ber­bisnis adalah berselancar di antara gelombang-gelombang ketidakpastian.

Supaya Anda tidak tergelincir dan kehilangan ‘pas­sion” sebelum usaha Anda mengalami aborsi, bersahabat­lah dengan ketidakpastian. Perhatikanlah tip berikut ini:

  • Ingatlah, tidak semua kehendak manusia selalu dapat menjadi kenyataan. Hendaknya kita selalu berharap pada hat yang terbaik, namun selalu bersiap menerima atau menghadapi kenyataan-kenyataan yang buruk.
  • Kita belum tentu mendapatkan apa yang kita inginkan, tetapi setiap langkah yang kita jalankan selalu ada yang dapat dipelajari. Kita tidak bisa meramalkan sesuatu dengan pasti namun talk akan ada hasil tanpa perbuatan. Kumpulan dari perbuatan itulah yang akan mengubah nasib kita, menjadi sesuatu.
  • Ketidakpastian eksis saat kita tidak mengenali apa yang kita hadapi, sesuatu yang jarang, unik, berbeda dari yang kita kenal, atau tidak ada umpan balik. Kenalilah, bersahabatlah dengan data dan informasi, sampai Anda mengenal betul pola, aktor, dan akibat-akibatnya.
  • Semakin pasti suatu bisnis, semakin kecil risiko yang Anda hadapi, namun semakin kecil kemungkinan keuntungan yang bisa Anda raih. Demikian pula sebalik­nya, semakin besar ketidakpastian – semakin besar ke­untungan yang tersandang di baliknya.
  • Cara berpikir sebaliknya juga perlu dihayati. Se­makin besar probabilitas keuntungan yang ditawarkan (misal­nya yang didapat dari berbisnis), semakin besar risikonya. Dan segala sesuatu yang semakin pasti (misalnya penerimaan gaji tetap sebagai karyawan), semakin kecil imbalannya.
  • Tidak ada kepastian yang sempurna. Sekalipun sesuatu terkesan lebih pasti, didalamnya selalu terkandung ketidakpastian. Yang ada hanyalah persepsi terhadap risiko.
  • Untuk mengurangi risiko, selain bersahabat dengan data dan informasi, milikilah payung-payung cadangan, jangan menaruh telur dalam satu keranjang, ciptakan faring laba-laba (melalui hubungan-hubungan pendukung), tanamkan keahlian dan reputasi, kurangi beban-beban yang berlebih (fokuslah pada keunggulan) dan jalani segala sesuatu yang Anda cintai.