Hendy Setiono: Dari Lidah Turun ke Bisnis

Hendy Setiono: Dari Lidah Turun ke BisnisKalau tidak pernah mencicipi makanan khas Timur Tengah, bisa jadi ia tak akan sesukses sekarang ini, Namun, lidah Hendy Setiono tak hanya dapat menececap makanan enak. Ia pun dapat membisniskan makanan enak itu sampai kebab turki Baba Rafi yang didirikan dengan modal 10 juta rupiah dapat melanglang buana sampai ke mancanegara.

IDE BISNIS BISA muncul kapan saja, di mana saja. Hendy Setiono (26), misalnya, menemukan ide bisnis setelah mencoba makanan khas Timur Tengah, kebab. Pada Mei 2003, arek Suroboyo ini mengunjungi ayahnya yang bertugas di perusahaan minyak di Qatar.

Selama di negeri minyak itu, dia banyak menemui kedai kebab yang dijubeli warga setempat. Karena penasaran, akhirnya ia pun mencobanya. “Ternyata, rasanya sangat enak. Saya tak menduga sebelumnya,” ungkap Hendy.

Tak hanya enak dan perut kenyang, sejak saat itu, benak pria , doyan makan ini, mulai didominasi oleh keinginan untuk membuka usaha kebab di tanah air. Makanya, selama di Qatar, dia juga memanfaatkan waktu untuk berburu resep kebab, terutama di kedai kebab. yang paling ramai pengunjungnya. Alasannya sederhana; selain rasanya enak, ia melihat belum banyak usaha semacam itu di Tanah Air. Padahal di Indonesia terdapat banyak warga keturunan Timur Tengah yang menyebar di berbagai kota. Orang Indonesia juga banyak yang naik haji atau umrah. Biasanya, mereka pernah merasakan kebab di Makkah atau Madinah. “Nah, mereka bisa bernostalgia makan kebab di outlet saya,” katanya beralasan.

Dari sekian jenis kebab yang dicobanya, sulung dua bersaudara  pasangan Ir. Bambang Sudiono dan Endah Setijowati, berpendapat kebab dari Istanbul, Turki, yang paling enak. Karena itu, dia menggunakan “trade mark” Turki untuk menarik calon pelanggan.