Dwi Kartika Sari: Goeboex yang Terus Berkembang

Dwi Kartika Sari:  Goeboex yang Terus BerkembangAwalnya adalah kejelian melihat peluang, memanfaatkan momentum, dan membidik segmen pasar. Lalu dipadukan dengan kemauan mendengarkan, konsistem berinovasi, dan kepiawaian menciptakan nilai bagi pelanggan. Hasilnya, pertumbuhan Goeboex Coffe terus melesat.

USIANYA BARU 22 tahun, masih sangat belia. Namun di saat kebanyakan teman-teman seusianya sibuk berjalan-jalan dan berbelanja di mal atau menghabiakan waktu untuk clubbing, Dwi Kartika Sari malah sibuk mengurusi berbagai bisnisnya yang terus beranjak naik.

Menangkap peluang dari sebayanya yang senang nongkrong (clubbing) itu, pada awal 2006 Sari—begitu ia biasa disapa—justru mendirikan Goeboex Coffee, tempat bersantai anak muda di Yogyakarta.

“Berdasarkan pengamatan saya lihat banyak kebutuhan akan tempat nongkrong anak muda, khususnya mahasiswa,” ujar mahasiswa Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada (UGM) ini.

Sesuai namanya, konsep gerai kopi yang di tanah seluas 300 m2 ini berbentuk bangunan gubuk tradiaional yang sangat sederhana dan banyak ruangan terbuka. Namun konsep terbuka dan terkesan santai inilah justru membuatnya nyaman kita berlama-lama menyeruput kopi dan dihembus angin yang semilir.

Alhasil pelanggan pun terus berdatangan, sehingga dalam tempo tak sampai setahun Goeboek Coffee perlu memperluas gerainya menjadi 700 m2, bahkan menjadi 2.300 m2.

Lalu, Sari juga membangun Goeboex Futsal – olahraga yang belakangan sangat digemari anak muda. Hasilnya, lagi-lagi ia harus memperluas lahan hingga 3.000 m2. Kini setiap malamnya pengunjung Goeboex Coffee rata-rata mencapai di atas 250 orang.