Doni Tirtana: Bisnis K3 Berlandaskan Komunikasi

Doni TirtanaMENIMBA ILMU DI salah satu perguruan tinggi negeri favorit di Bandung, ITB, awalnya Doni Tirtana memiliki kerangka pemikiran harus menjadi karyawan di perusahaan swasta dengan gaji besar.

Namun sejak ia mendapatkan wawasan mengenai wirausaha, ia mulai tertarik membangun usahanya sendiri.

Pada 2003, ia membuat usaha jasa pembuatan video foto kenang-kenangan untuk anak-anak SMA. Karena kurang berkembang, ia pun beralih ke usaha lain. Tidak adanya rambu keselamatan kerja yang baku di Indonesia merupakan peluang yang menarik untuk dicobanya.

Maka, tiga tahun yang lalu berdirilah PT. Lorco Menara Multimedia yang menyediakan tiga layanan: produksi audio visual, gambar ilustrasi, dan desain grafis kampanye-kampanye keselamatan kerja, penghe­matan energi, serta peningkatan mutu dan kualitas karyawan.

Q: Doni Tirtana, artinya apa, ya?

A: Tirta itu air. Tirtana, artinya semoga semuanya lancar-lancar saja. Seperti air.

Q: Anda menangani multimedia Kampanye Keselamatan Kerja, padahal Anda lulusan Teknik Fisika ITB. Apa hubungannya Teknik Fisika dengan K3?

A: Kalau dihubung-hubungkan sebenarnya ada. Sebab dulu lulusan Teknik Fisika kebanyakan bekerja dalam bidang industri. Nah, dari sana memperoleh mindset soal keselamatan kerja.

Q: K3 itu diajari di bangku sekolah?

A: Sedikit.

Q: Begitu. Banyaknya dari mana?

A: Kalau kita review ke belakang, awalnya saya mengenal K3 ini karena ada permintaan poster tentang K3 dari internet. Saya lihat di Indonesia memang jarang yang membuat, padahal di luar negeri sudah banyak. Ya saya pelajari sedikit-sedikit, dan menerapkan teknik ATM (Amati-Tiru­-Modifikasi) Saya coba membuatnya, lalu saya umumkan lewat mailing list bahwa saya bisa membuat itu. Akhirnya banyak konsumen datang, memberi kepercayaan untuk dibuatkan. Saya pelajari lagi ilmunya lebih mendalam secara otodidak.

Q: Jadi Anda masuk ke dunia maya, kemudian ada yang terpancing? Siapa saja contohnya?

A: Ada perusahaan multinasional di bidang perminyakan. Di negara­-negara maju, K3 ini kan sudah bagus, jadi mereka ingin menerapkannya di Indonesia sama dengan standar di negara asalnya.

Q: Produk apa yang Anda buat pertama kah?

A: Poster. Produk ini keberadaannya diwajibkan oleh Undang-Undang No. 1 tahun 1970 terkait keselamatan kerja. Di situ tercakup gambar-gambar yang berhubungan dengan keselamatan, yang harus dipasang di setiap tempat bekerja.

Q : Penggunaannya sendiri bagaimana? Belum banyak yang memakai?

A: Betul, masih belum tersosialisasi dengan baik.

Q: Media apa yang terbaik dipakai?

A: Sebenarnya sernua media baik dipakai karena masing-masing mempunyai kekuatan dan kelebihannya. Media video punya kelebihan di visualisasi dan suara, tetapi kekurangannya dia harus diperlihatkan di suatu tempat dan orang harus berkumpul disitu. Media suara atau media SMS, bisa digunakan tanpa orang-orang berkumpul berada dalam satu tempat (menyebar), tetapi kurang visualisasi. Yang terbaik tentu saja menggunakan semuanya.

Q : Apa mendorong Anda mengambil keputusan untuk menjadi pengusaha?

A: Sebelum saya lulus, di kampus mulai banyak digelar seminar tentang kewirausahaan. Awalnya saya ingin bekerja di perusahaan besar dengan gaji lumayan. Tapi saat-saat terakhir ada seminar yang dibawakan oleh Pak Fadel Muhammad, lulusan teknik fisika juga yang sekarang menjadi gubernur provinsi Gorontalo. Dia memberikan wawasan bahwa setelah lulus ia tidak mencari kerja tapi ia malah membuat suatu alat untuk dijual ke perusahaan perminyakan. Dia menggunakan ilmunya untuk berwirausaha dan berinovasi. Saya menjadi termotivasi. Daripada mencari pekerjaan, lebih bai membuat sesuatu untuk ditawarkan kepada perusahaan.

Q: Sebelum membentuk tim marketing, omzet kira-kira berapa?

A: Baru di kisaran satu hingga dua miliar rupiah.

Q: Menurut pemerintah, K3 juga akan disosialisasikan di lingkungan sektor informal seperti pedagang kaki lima, tukang ojek, nelayan, dan kalangan menengah ke bawah lainnya. Itu peluang bukan?

A: Benar, itu sebuah peluang juga. Memang, ada program pemerintah tentang K3 yang menyentuh sektor informal juga. Jadi K3 bukan hanya milik industri modern saja. Sebab, tukang ojek misalnya, rawan kecelakaan juga, kan.

Q: Bisnis ini awalnya memang tidak ada pesaing. Namun, dengan publikasi, orang akan mengenal bahwa bisnis ini prospektif. Mungkin akan banyak orang yang masuk. Apakah Anda suclah punya rencana pengembangan?

A: Dalam satu industri, K3 itu cuma satu bagian kecil. Jadi masih banyak yang bisa dikembangkan dari situ. Misalnya tentang motivasi karyawan, nilai-nilai perusahaan, tentang disiplin, tentang tepat waktu, atau integritati, Semua itu masih ada peluangnya. Bisnisnya bukan hanya K3-nya, tetapi komunikasi internalnya.

****

Pada awal 2006 mereka mulai mengembangkan industrial safety campaign tool dan safety video untuk beberapa industri.

Lalu pada pertengahan 2006 Lorco mengembangkan produk baru berupa poster-poster yang bertemakan keselamatan dan produktivitas kerja untuk industri. Poster-poster itu didesain dengan sangat menarik sehingga penampilannya langsung menonjol dan mendapat perhatian pekerja.

Produk ini mendapat sambutan pasar yang sangat baik, apalagi belum banyak perusahaan yang mengkhususkan diri bergerak di bidang tersebut. Beberapa produk yang ditawarkan Lorco antara lain : video safety instruction services, audio clip CD, safety sign, sqfety sticker dan lain-lain, memang mereka butuhkan.

Karena karakter masing-masing perusahaan itu sangat beragam tentu saja Doni dan timnya harus selalu kreatif menciptakan desain desain baru yang sesuai sifat dasar industri kliennya.

Tidak hanya untuk kampanye K3 serta lingkungan kerja, tema-tema produk kampanye Lorco juga dimaksudkan untuk meningkatkan produktivitas, peningkatan mutu dan kualitas karyawan, penghematan energi juga pelestarian lingkungan hidup.

Beragam tema seperti motor safety, goodhouse keeping, juga emergency evacuation mereka kemas dalam dialog dan monolog yang jenaka namun punya pesan sederhana, mengena, mudah dicerna, dan mudah diingat.

Perpaduan kreativitas, kerja cerdas, dan kerja keras ini mein buahkan hasil manis. Usaha mereka mendapatkan pengakuan dari Departemen Tenaga Kerja RI sebagai lembaga resmi (listed) penyedia industrial safety campaign tool dan safety video. Bisa ditebak, berbagai permintaan pun akan mengalir semakin deras.