Annisa: Memanfaat Teknologi Digital

NUR ANNISA Rahmawati MOTIVASI NUR ANNISA Rahmawati untuk memberdayakan kaum ibu di kota Gede,Jogjakarta pasca-gempa besar pada 2006, pada dasarnya adalah supaya kaum dapat mandiri dan membantu menyokong perekonomian keluarga. Untuk itu ia membuat layanan butik online, www.butikannisa.com. Pada awalnya ia berkonsentrasi berkonsentrasi pada pembuatan baju muslimah, namun seiring berkembangnya permintaan, kini pemegang gelar magister manajemen itu juga membuat berbagai aksesori busana muslim baik untuk pasar dalam maupun luar negeri. Penggunaan teknologi komunikasi untuk bisnis butik di kota dulu pernah menjadi sentra kerajian perak ini merupakan sebuah langkah strategis Annisa untuk menjadi generasi mandiri yang berdampak bagi lingkunganya.

Q: Bukankah busana muslim memiliki pangsa pasar tersendiri?

A: Sekarang busana muslim lebih mengglobal. Dalam artian jika dulu iden­tik dengan ibu-ibu, namun saat ini remaja sampai wanita usia 25 tahun pun sudah banyak yang berbusana muslim.

Q: Saat ini busana muslim pun sudah bervariasi sehingga terlihat lebih modis. Namun jika kita berbicara soal pemasaran online, cakupannya tentu sampai ke mancanegara. Setiap orang yang dapat mengakses situs Anda, langsung dapat melakukan order. Dari mana saja biasanya pesanan datang?

A: Saar ini order terbesar dari luar negeri datang dari Brunei Darussalam, Singapura, dan Australia.

Q: Gempa bumi memicu Anda untuk melakukan usaha ini?

A: Sebenarnya motivasi saya itu lebih dilatarbelakangi oleh menurunnya perekonomian keluarga yang berakibat besar terhadap pendapatan ibu rumah tangga. Sebelum gempa terjadi mereka tidak berkewajiban men­cari nafkah. Tapi gempa mengakibatkan hancurnya sejumlah workshop aksesori perak yang dikelola keluarga mereka sehingga usaha perak pun menurun. Selain itu usaha angkutan andong juga hancur. Padahal mayori­tas suami mereka bekerja sebagai buruh perak dan usaha andong.

Q: Jadi alai produksinya hilang, kemampuannya untuk menghasilkan uang pun hilang. Anda lalu memanfaatkan keahlian Anda supaya me­reka juga bisa berkembang dan mendapatkan income. Pertanyaannya, mengapa Anda memilih penjualan secara online? Kenapa tidak mem­buka toko biasa saja?

A: Banyak keuntungan berbisnis online, di antaranya untuk biaya set-up bisnis relatif rendah. Tidak perlu punya toko dan secara otomatis me­ngurangi biaya operasional, pemasaran, overhead, dan lain-lain. Dulu saya belum punya website, saya menggunakan blog gratis. sehingga modal saya untuk pemasaran itu nol.

Q: Tetapi bukankah tiap bangsa berbeda-beda selera busananya?

A: Salah satu baju yang dipakai peraga adalah model yang disukai orang Me­layu. Ini adalah salah satu busana pesanan orang-orang Malaysia, Brunei, dan Singapura, yang kebanyakan orang Melayu. Ciri khasnya, mereka lebih suka pakai rok. Berbeda dengan orang kita yang lebih suka pakai celana panjang karena lebih praktis. Model Melayu ini detailnya ada payer dan ada parel, itu merupakan istilah-istilah untuk hiasan yang kita tampilkan di baju.

Q: Anda memiliki tiga gelar, D3, S1, dan S2. Dan saat ini suami Anda sedang belajar S3 di Prancis. Lalu mengapa Anda terjun ke dunia bisnis dan mau menjadi seorang wirausaha?

A: Terkadang saya juga heran, banyakyang bertanya mengapa saya berwirausaha setelah mendapatkan gelar S2. Namun saya berpikir justru saya bersekolah hingga S2 untuk memperkaya ilmu sehingga punya banyak bekal yang bisa diterapkan saat saya berwirausaha. Sedari dulu cita-cita saya adalah berwirausaha, maka Sekolah D3 Komunikasi, S1 Teknik Industri, dan S2 Magister Manajemen itu, saya ambil benang merahnya. Karena saya percaya banyak hal yang bisa saya terapkan untuk kemajuan bisnis nantinya.

Q: Bagaimana peranan Bank Mandiri untuk mendukung bisnis seperti Ibu Annisa?

NUR ALFA AGUSTINA (BANK MANDIRI):

PERLU DIKETAHUI BAHWA Annisa sekarang sudah menjadi alumni, bukan mahasiswa lagi. Namun Bank Mandiri – da­lam melaksanakan program Wirausaha Muda Mandiri – tidak hanya fokus kepada teman-teman generasi muda yang masih mahasiswa. Kepada Annisa yang sudah lulus, Bank Mandiri memberikan pinjaman lunak dan sampai saat hi juga masih melakukan pembinaan.